Orang tua saya pernah memberikan tambahan apabila saya dapat menabung dari uang saku yang saya terima setiap minggunya. Jadi bukannya menambahkan karena tidak cukup, melainkan karena saya mampu mengelola bahkan bisa menabung.
Saya memikirkan sekitar 30 tahun yang lalu
jajanan seharga Rp.50,- dapat membeli semangkuk bakso, sekarang Rp 50,-
dapat membeli apa? Dari sini saya mengerti bahwa uang mempunyai nilai
waktu. Setelah memiliki penghasilan sendiri dan saya meneruskan
kebiasaan menabung dengan membawa makanan dari rumah, saya dapat
menghemat sebesar Rp 20.000 per hari dan menaruh di laci. Jika jumlah
hari kerja setahun 200 hari maka pada akhir tahun terkumpul menjadi
Rp.4.000.000,-
Kemudian saya menempatkan pada produk reksadana yang memberikan hasil 10%
per tahun. Dan saya melakukannya secara konsisten tiap tahun selama 20
tahun maka saya akan memiliki Rp.88.000.000,-.
Pemikiran ini saya ceritakan kepada
teman-teman, kebanyakan setuju, hanya saja beberapa menyampaikan: “Gaji
saya terlalu kecil untuk ditabung…”; “Nantilah kalau sudah agak lumayan
untuk ditabung, saya pasti akan menabung." “Mana bisa nabung, saat ini
saja sudah kurang ….?”
Jika kita memiliki komentar yang sama,
jawabannya adalah sudah saatnya melakukan Financial Check Up melalui
alat bantu yang kita sebut Smart
Financial Management atau SFM. Mengapa? Supaya kita dapat
meningkatkan efektivitas dalam mencari, menggunakan dan memproteksi
sumber daya keuangan kita. Selain itu, kita juga dapat meningkatkan
kontrol terhadap kegiatan keuangan dengan menghindari biaya yang
berlebihan, kekurangan dan bahkan ketergantungan secara finansial.
Setelah melakukan Financial Check Up
melalui alat bantu Smart Financial Management atau SFM, kita dapat
membuat perencanaan yang baik yang sangat bermanfaat ketika kita
mengambil keputusan segala hal yang berkaitan dengan kebutuhan keuangan.
Selain itu, memiliki perencanaan keuangan untuk masa depan dengan
mengantisipasi kebutuhan biaya membuat kita membebaskan kita dari
kekhawatiran. Kebebasan seperti ini dapat meningkatkan kualitas dan
efektivitas hubungan personal maupun berkomunikasi.
Melalui Financial Check Up dengan
menggunakan alat bantu Smart Financial Management atau SFM, kita
mengetahui kondisi keuangan kita yang sebenarnya, baik jumlah pendapatan
dan pengeluaran bahkan jika mau lebih luas lagi menghitung berapa nilai
kekayaan kita yang
sebenarnya, tentunya setelah dikurangi kewajiban atau hutang kita,
misalnya cicilan rumah, mobil dan sebagainya. Smart Financial Management
atau SFM adalah untuk kita pribadi maupun keluarga, termasuk
mengevaluasi arus kas keluar dan pemasukan setiap bulannya bahkan
harian. Smart Financial Management atau SFM mampu
membantu kita untuk menyesuaikan kondisi keuangan saat ini dengan tujuan
yang hendak dicapai pada masa yang akan datang.
Prinsipnya, kitalah
yang mengatur uang kita bukannya malah memiliki kekhawatiran karena
kekurangan. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan SFM
yaitu :
1. dapat mengatur menetapkan
tujuan yang hendak dicapai
2. dapat membuat skala prioritas dan memetakan kondisi keuangan saat ini
3. membuat anggaran (bulanan
dan tahunan) dan menghitung kecukupan dana saat ini dan jumlah tabungan
yang perlu dialokasikan.
Mari mengelola keuangan melalui Smart
Financial Management atau SFM dan ikuti trainingnya...
Segera Daftarkan Sekarang!
Dapatkan Special Price untuk 8 Peserta Training Pertama...VERY LIMITED
Jadwal Training : Sabtu, 27 Juli 2013
Waktu : Jam 13.00
Fasilitas:
- Free Financial Check-Up
- Free Consulting After Training
Posting Komentar