Dalam
kehidupan ini, kita perlu memiliki tujuan hidup kalau tidak maka hidup kita
tidak jelas mau dibawa kemana. Demikian juga dalam merencanakan keuangan,
langkah pertama adalah menentukan tujuan keuangan kita. Memang
wajar, jika dalam hidup kita memiliki banyak keinginan dimana untuk
mewujudkannya dibutuhkan uang yang
cukup. Jika keuangan kita belum cukup untuk
mewujudkannya maka suatu saat nanti kita masih punya
kesempatan untuk mewujudkannya
dengan menyisihkan sejumlah uang untuk ditabung atau diinvestasikan.
Dalam menentukan tujuan keuangan harus dinyatakan secara spesifik dalam nilai yang
terukur serta jangka waktu pencapaian yang jelas. Misalkan seseorang mengatakan
bahwa tujuan keuangan nya adalah
menjadi kaya, maka tujuan tersebut tida k
jelas. Apa ukurannya menjadi kaya? Punya rumah, punya mobil,
atau punya saham di beberapa perusahaan, punya property lain selain rumah?
Setiap tujuan keuangan antara lain
harus jelas dan spesifik.
Nah, ini sedikit tips
untuk menentukan tujuan keuangan anda.
Tujuan
keuangan baik untuk pribadi maupun keluarga harus dilakukan dengan prinsip
SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Time Bound).
•
Specific: mempunyai tujuan yang jelas,
spesifik
•
Measurable: terukur, dapat diketahui apakah
sudah tercapai atau tida k
• Attainable: dapat dicapai, diperlukan suatu
rencana yang dapat dicapai, tida k
berlebihan, namun juga tida k terlalu
rendah, jangan seperti pungguk merindukan bulan.
•
Realistic: Realistis terkait dengan tujuan yang
memang diperlukan dan tida k
mengada-ada
• Time Bound: Mempunyai batasan waktu. Tentu
kita tida k berkeinginan mempunyai
rumah seharga Rp 1 M, kapan? Ya nanti kalau tercapai. Perlu ditentukan batasan
waktunya. Mendapat rumah Rp 1 M dalam waktu 15 tahun, nah ini baru
jelas.
•
Jangka
waktu bisa dikategorikan dalam 3 pembagian yaitu:
–
Jangka
Pendek: misalnya persiapan pernikahan untuk lajang yang berusia 25 atau 30
tahun
–
Jangka
Menengah: misalnya persiapan pendidikan anak, untuk keluarga yang baru
mempunyai bayi
–
Jangka
Panjang: misalnya persiapan pensiun
untuk seorang karyawan yang berusia 35 tahun
•
Secara
umum pembagian jangka waktu tersebut umumnya:
–
Jangka
Pendek: 1-3 tahun
–
Jangka
Menengah: 4 – 10 tahun
–
Jangka
Panjang: > 10 tahun
•
Contoh
Tujuan Keuangan
–
Anda
ingin mempunyai rumah 10 tahun lagi dengan harga Rp 1.0 M, harga saat ini.
–
Menyekolahkan
anak di universitas ternama dengan biaya Rp 100 juta saat ini, dimana usia anak
saat ini 10 tahun.
–
Pensiun
pada usia 60 tahun dengan mempunyai gaya
hidup minimal sama dengan saat ini. (Pengeluaran Rp 10 juta per bulan)
Pada saat menghitung tujuan keuangan, perlu diperhatikan
tingkat kenaikan biaya per tahun yang terjadi, perhitungkan faktor inflasi. Ada
sebagian biaya yang kenaikan biayanya melebihi inflasi seperti biaya
pendidikan, biaya pembelian rumah/tanah, biaya bepergian (transportasi), dll.

Posting Komentar