Bagaimana Menentukan Tujuan Keuangan Anda?

Senin, 22 April 20130 komentar



Dalam kehidupan ini, kita perlu memiliki tujuan hidup kalau tidak maka hidup kita tidak jelas mau dibawa kemana. Demikian juga dalam merencanakan keuangan, langkah pertama adalah menentukan tujuan keuangan kita. Memang wajar, jika dalam hidup kita memiliki banyak keinginan dimana untuk mewujudkannya  dibutuhkan uang yang cukup.   Jika keuangan kita belum cukup untuk mewujudkannya  maka suatu saat nanti kita  masih punya  kesempatan  untuk mewujudkannya dengan menyisihkan sejumlah uang untuk ditabung atau diinvestasikan.

Dalam menentukan tujuan keuangan harus dinyatakan secara spesifik dalam nilai yang terukur serta jangka waktu pencapaian yang jelas. Misalkan seseorang mengatakan bahwa tujuan keuangan nya adalah menjadi kaya, maka tujuan tersebut tidak jelas. Apa ukurannya menjadi kaya? Punya rumah, punya mobil, atau punya saham di beberapa perusahaan, punya property lain selain rumah? Setiap tujuan keuangan antara lain harus jelas dan spesifik.

Nah,  ini sedikit tips untuk menentukan tujuan keuangan anda.

Tujuan keuangan baik untuk pribadi maupun keluarga harus dilakukan dengan prinsip SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic dan Time Bound).
      Specific: mempunyai tujuan yang jelas, spesifik
      Measurable: terukur, dapat diketahui apakah sudah tercapai atau tidak
     Attainable: dapat dicapai, diperlukan suatu rencana yang dapat dicapai, tidak berlebihan,  namun juga tidak terlalu rendah, jangan seperti pungguk merindukan bulan.
      Realistic: Realistis terkait dengan tujuan yang memang diperlukan dan tidak mengada-ada
   Time Bound: Mempunyai batasan waktu. Tentu kita tidak berkeinginan mempunyai rumah seharga Rp 1 M, kapan? Ya nanti kalau tercapai. Perlu ditentukan batasan waktunya. Mendapat rumah Rp 1 M dalam waktu 15 tahun, nah ini baru jelas.

 

      Jangka waktu bisa dikategorikan dalam 3 pembagian yaitu:
     Jangka Pendek: misalnya persiapan pernikahan untuk lajang yang berusia 25 atau 30 tahun
     Jangka Menengah: misalnya persiapan pendidikan anak, untuk keluarga yang baru mempunyai bayi
     Jangka Panjang: misalnya persiapan pensiun untuk seorang karyawan yang berusia 35 tahun

      Secara umum pembagian jangka waktu tersebut umumnya:
     Jangka Pendek: 1-3 tahun
     Jangka Menengah: 4 – 10 tahun
     Jangka Panjang: > 10 tahun

      Contoh Tujuan Keuangan
     Anda ingin mempunyai rumah 10 tahun lagi dengan harga Rp 1.0 M, harga saat ini.
     Menyekolahkan anak di universitas ternama dengan biaya Rp 100 juta saat ini, dimana usia anak saat ini 10 tahun.
     Pensiun pada usia 60 tahun dengan mempunyai gaya hidup minimal sama dengan saat ini. (Pengeluaran Rp 10 juta per bulan)

Pada saat menghitung tujuan keuangan, perlu diperhatikan tingkat kenaikan biaya per tahun yang terjadi, perhitungkan faktor inflasi. Ada sebagian biaya yang kenaikan biayanya melebihi inflasi seperti biaya pendidikan, biaya pembelian rumah/tanah, biaya bepergian (transportasi), dll.



Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Info financial - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger