Jangan Habiskan THR!

Jumat, 05 Juli 20130 komentar


By Imelda Tarigan, CFP 

Sebentar lagi kita akan masuki bulan Ramadhan kemudian merayakan Hari Raya Lebaran. Sebagai tradisi, kebanyakan dari kita akan menerima THR, mungkin plus bonus. Uang extra ini sering kali menggoda untuk belanja extra juga.  Tapi banyak juga yang bingung mau diapakan uang extra ini. Sebagai seorang Financial Planner, tentu saja saya akan saran kan untuk tidak menghabiskan uang extra ini, tapi untuk dikembangbiakkan sebagai persiapan di masa depan.

Ada baiknya untuk mempertimbangkan nasehat Pak Warren Buffet : Don’t save what is left after spending, spend what is left after saving”. Beliau menkonfrontir antara gaya hidup dan kebiasaan berinvestasi. Jadi, sebaiknya gaya hidup mengikuti rencana keuangan dan target investasi, bukan sebaliknya: bayar sana-sini dulu lalu kalau ada sisa baru diinvestasikan.



Karena sehari-harinya saya akrab dengan Saham Perusahaan Tbk  yang terdaftar di BEI, maka saya melihat saham sebagai salah satu media investasi yang baik untuk jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, sebaiknya pilih saham-saham yang likuid sehingga mudah untuk dijual setiap saat kita ingin jual pada harga yang sesuai dengan strategy trading kita. 

Sebagai investasi jangka panjang, tidak sedikit saham yang bisa dibiarkan saja berkembang biak dengan sendirinya tanpa perlu di”urus”. Berikut ini adalah beberapa saham yang baik, yang  return nya cukup baik di sepanjang tahun 2012 yang lalu. Artinya saham-saham ini kalau dibeli di awal tahun kemudian didiamkan saja selama 2012 dan pada akhir tahun 2012 memberikan hasil seperti di bawah ini (hasilnya sudah termasuk deviden dan capital gain):

Kalbe Farma  hasilnya 60%
Indofood CBP hasilnya 54%
Perusahaan Gas hasilnya 50%
Semen Indonesia hasilnya 42%
Telkom hasilnya 35%

Modal awal utk investasi saham juga lebih murah dari harga smartphone canggih. Misalnya Kalbe Farma per  tgl 5 July 2013 dibuka di harga Rp. 1400 per lembar, kalau nanti BEI menetapkan pembelian saham hanya minimal 100 lembar saja, maka modal awal untuk beli saham Kalbe Farma hanya Rp. 1,400,000 (satu juta empat ratus ribu Rp.) saja, kecil kan?

Bagaimana dengan resiko investasi saham? Seperti halnya investasi di instrumen manapun, pasti ada resiko. Oleh karena itu penting untuk mempelajari managemen resiko. Untuk instrumen saham, manajemen resiko dilakukan dengan membeli saham perusahaan yang memiliki fundamental baik dengan prospek usaha yang cerah. Kemudian dilakukan analisa teknikal untuk menentukan saat yang tepat untuk membeli saham, sehingga memastikan bahwa kita membeli saham yang baik pada saat yang tepat, sehingga keuntungan lebih maksimal. Jadi sebaiknya dalam berinvestasi, kita tau persis apa yang sedang kita lakukan, jangan hanya ikut-ikutan atau latah. Perusahaan Sekuritas yang baik pastinya memberikan training agar investor menjadi lebih cerdas. Dengan demikian, THR kita akan dapat kita nikmati hasilnya dalam nilai yang lebih besar di kemudian hari, dari pada sekedar untuk hura-hura sesaat.

Mari berinvestasi di perusahaan milik negeri sendiri!
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Info financial - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger