Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan? (Part 2)

Jumat, 14 Juni 20130 komentar

2.       Grafik Pendapatan dan Pengeluaran.

Berdasarkan siklus hidup manusia yang telah kita pelajari maka dapat ditarik kesimpulan mengenai usia manusia dalam kaitannya dengan pendapatan dan pengeluaran.
       Dalam hal pendapatan, seseorang mulai mendapatkan penghasilan sekitar umur 20 tahun an. Saat usia meningkat menjadi 30 tahun, tingkat pendapatanpun meningkat dan diperkirakan terus meningkat mencapai klimaksnya dengan usia 55 tahun (usia pensiun)\

       Dalam hal pengeluaran, seseorang telah melakukan pengeluaran sejak kecil dan mulai bertanggung jawab atas pengeluarannya saat lajang. Ciri yang menonjol dari pengeluaran ini adalah tidak ada ”masa pensiun” untuk pengeluaran. Pengeluaran akan terus meningkat sepanjang usia Anda, bahkan setelah memasuki usia pensiun, pengeluaran kesehatan dan obat-obatanpun meningkat cukup tajam.

       Apa yang disimpulkan dari grafik ini: masa produktif pendapatan ada batasnya, sedangkan masa pengeluaran terus menerus terjadi sampai dengan seseorang meninggal dunia. Bagaimana akan membiayai kebutuhan masa tua, jika pendapatan sudah berkurang atau tidak ada lagi, sedangkan kebutuhan hidup meningkat? Oleh sebab itu sangat penting untuk mempersiapkan kebutuhan akan masa tua (dana pensiun), sejak dini saat usia masih produktif. Dalam hal ini berlaku pepatah, lebih cepat lebih baik.



3.       Jangan Tunda! – Cost of Delay (harga yang harus dibayar karena terlambat menabung)
Untuk semakin memahami pentingnya perencanaan sejak dini, saya jabarkan contoh perhitungan sebagai berikut: 
Bu Cerdas dan Bu Telat
Bu Cerdas dan Bu Telat adalah dua orang sahabat baik, mereka waktu kuliah satu angkatan dan satu umur. Namun dalam hal keuangan Bu Cerdas lebih bijaksana dari Bu Telat. Sudah 10 tahun berturut-turut sejak ia berusia 25 tahun, Bu Cerdas menabung secara rutin di Bank sebesar Rp 5 juta per tahun, sedangkan bu Telat, setelah terlambat 10 tahun, baru menyadari pentingnya menabung di usia 35 tahun. Agar mendapat lebih banyak, ia menabung dua kali besarnya jumlah uang yang disisihkan per tahunnya, yaitu sebesar Rp. 10 juta per tahun.
Asumsi bunga per tahun adalah 11%.


Jika Bu Cerdas dalam perhitungan ini menghentikan tabungannya saat ia berusia 36 tahun dan mengalihkan tabungannya ke investasi lain. 

Hasil Tabungan
11%


Usia
Bu Cerdas mulai 25 th
Bu Telat mulai 35 tahun
26
5,000,000
          5,550,000


27
 5,000,000
       11,710,500


28
        5,000,000
       18,548,655


29
        5,000,000
        26,139,007


30
        5,000,000
        34,564,298


31
        5,000,000
        43,916,371


32
        5,000,000
        54,297,171


33
        5,000,000
        65,819,860


34
        5,000,000
        78,610,045


35
        5,000,000
        92,807,150


36

      103,015,936
      10,000,000
          11,100,000
37

      114,347,689
      10,000,000
          23,421,000
38

      126,925,935
      10,000,000
          37,097,310
39

      140,887,788
      10,000,000
          52,278,014
40

      156,385,445
      10,000,000
          69,128,596
41

      173,587,843
      10,000,000
          87,832,741
42

      192,682,506
      10,000,000
        108,594,343
43

      213,877,582
      10,000,000
        131,639,720
44

      237,404,116
      10,000,000
        157,220,090
45

      263,518,569
      10,000,000
        185,614,300
46

      292,505,611
      10,000,000
        217,131,872
47

      324,681,228
      10,000,000
        252,116,378
48

      360,396,164
      10,000,000
        290,949,180
49

      400,039,742
      10,000,000
        334,053,590
50


      10,000,000
        381,899,485
51


      10,000,000
        435,008,428
52

      444,044,113
      10,000,000
        493,959,355
53

      492,888,966
      10,000,000
        559,394,884
54

      674,090,229
      10,000,000
        632,028,321
55

748,240,154
      10,000,000
        712,651,437
TOTAL
50,000,000
748,240,154
200,000,000
712,651,437
 


Berapakah nilai uang mereka berdua pada saat mereka berusia 55 tahun?
Apakah Bu Telat akan memiliki uang yang lebih banyak walaupun Bu Cerdas tidak lagi menambah tabungannya setelah berusia 36 tahun?
Berapa jumlah yang dikumpulkan secara nominal dan berapa hasilnya setelah diperhitungkan hasil bunga berbunga?
Bu Cerdas, secara nominal hanya mengumpulkan Rp. 50 juta, namun pada usia 55 tahun telah menjadi hampir Rp 750 juta!
Sedangkan Bu Telat, secara nominal mengumpulkan Rp 200 juta, yang pada usia 55 tahun menjadi Rp. 712 juta, dimana hasilnya lebih rendah dari Bu Cerdas.
Betapa mahalnya harga biaya penundaan!
Berikut disampaikan gambaran perbandingan biaya penundaan (cost of delay):
      Penundaan 5 tahun: kehilangan hasil 2x lipat
      Penundaan 10 tahun: kehilangan hasil 3x lipat
      Penundaan 20 tahun: kehilangan hasil 10x lipat

4.       Dimana Anda akan Berada?
Berdasarkan siklus kehidupan manusia yang disampaikan diatas, berikut disajikan piramida yang menggambarkan kondisi seseorang pada masa tuanya.
Pertanyaan sederhana yang diajukan adalah, dimana seseorang berada nantinya pada masa tuanya?
Jika pertanyaan ini diajukan kepada Anda, tentu Anda ingin berada di puncak pimamida, bukan? Yakni menjadi mandiri atau sejahtera di masa tua. Hal tersebut bukan tidak mungkin tercapai, jika sejak saat ini, Anda telah mempersiapkan diri sebaik-baiknya, Anda dapat mencapainya.
5.       Buang Pikiran Negatif, Segera Bertindak! Ambil Tanggung Jawab!
Setelah mengetahui hal-hal diatas, maka bagian kita untuk membuang hal-hal negative, seperti:
       “Gaji saya terlalu kecil untuk ditabung…..”
       “Nantilah kalau sudah agak lumayan untuk ditabung, saya pasti akan menabung”
       “Mana bisa nabung, saat ini saja sudah kurang ….??”
       “Mana bisa saya punya uang memadai, itu khan hanya untuk keluarga  orang sukses dan kaya”.
       Saya punya hutang cukup banyak, bagaimana mungkin bisa berhasil?
       Buat apa memikirkan masa tua?

Segera ambil tindakan untuk memulai perencanaan keuangan, memulai menabung dan mengambil langkah-langkah menuju masa depan yang lebih baik. Tanggung jawab itu ada pada diri kita sendiri, tanggung jawab itu ada pada Anda.

6.       Manfaat Perencanaan Keuangan Lebih Luas
Saya mendapati bahwa dengan mempelajari dan mempraktekkan perencanaan keuangan – kita akan semakin Cerdas Keuangan.
Manfaat tersebut tidak berhenti sampai disana, namun lebih jauh lagi akan membuat Anda:

7.       Buang Pikiran Negatif, Segera Bertindak! Ambil Tanggung Jawab!
Setelah mengetahui hal-hal diatas, maka bagian kita untuk membuang hal-hal negative, seperti:
       “Gaji saya terlalu kecil untuk ditabung…..”
       “Nantilah kalau sudah agak lumayan untuk ditabung, saya pasti akan menabung”
       “Mana bisa nabung, saat ini saja sudah kurang ….??”
       “Mana bisa saya punya uang memadai, itu khan hanya untuk keluarga  orang sukses dan kaya”.
       Saya punya hutang cukup banyak, bagaimana mungkin bisa berhasil?
       Buat apa memikirkan masa tua?

Segera ambil tindakan untuk memulai perencanaan keuangan, memulai menabung dan mengambil langkah-langkah menuju masa depan yang lebih baik. Tanggung jawab itu ada pada diri kita sendiri, tanggung jawab itu ada pada Anda.

8.       Manfaat Perencanaan Keuangan Lebih Luas
Saya mendapati bahwa dengan mempelajari dan mempraktekkan perencanaan keuangan – kita akan semakin Cerdas Keuangan.
Manfaat tersebut tidak berhenti sampai disana, namun lebih jauh lagi akan membuat Anda:
       Mencapai tujuan keuangan.
       Membuat lebih mawas diri, pentingnya persiapan masa depan
       Membuat lebih disiplin
       Membuat lebih bijak dan cerdas
       Memiliki wawasan yang lebih luas
       Pengembangan diri
       Menjadi lebih sehat
       Membuat hidup lebih bahagia





Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Info financial - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger